Resolusi 2026: Mengapa Ambisi Saja Tidak Cukup untuk Menemukan Kebahagiaan?

Mengapa Ambisi Saja Tidak Cukup untuk Menemukan Kebahagiaan?

Oleh Gus Massar.

Memasuki pekan-pekan awal tahun 2026, linimasa kita riuh oleh perlombaan resolusi. Seolah-olah, jika kita tidak memamerkan target besar atau pencapaian karier, kita dianggap tertinggal. Namun, di balik kegemilangan angka tersebut, banyak jiwa yang merasa lelah sebelum melangkah. Tekanan untuk sukses secara instan seringkali membuat kita lupa bahwa kesuksesan sejati tidak hanya soal materi, tetapi juga tentang kesehatan fisik, ketenangan mental, dan hubungan baik dengan orang-orang tersayang.

Ambisi vs Hawa Nafsu: Di Mana Batasnya?

Berambisi menjadi lebih baik adalah ibadah, namun kita harus waspada agar ia tidak berubah menjadi hawa nafsu yang membebani jiwa. Banyak dari kita yang menderita psikosomatis atau gangguan kecemasan bukan karena kurangnya harta, melainkan karena hilangnya rasa Qana’ah (merasa cukup). Ingatlah pesan Rasulullah ﷺ untuk melihat orang yang berada di bawah kita dalam urusan dunia agar kita tidak meremehkan nikmat Allah yang telah ada.

Menata Langkah dengan “Manajemen Langit”

Bagi Anda yang saat ini merasa terengah-engah, ingatlah bahwa setiap langkah kecil adalah bagian dari perjalanan besar yang patut disyukuri. Jangan biarkan obsesi pada masa depan merampas kebahagiaan Anda di hari ini. Kedamaian hati itu bermula dari kesiapan kita untuk menerima setiap takdir, setelah ikhtiar terbaik telah kita tunaikan dengan sungguh-sungguh.

Resolusi Jiwa: Menjadi Hamba yang Lebih Utuh

Marilah kita luruskan niat. Jadikan resolusi kita bukan sekadar tentang “mendapatkan apa”, tetapi “menjadi siapa”. Menjadi pribadi yang lebih teduh, lebih produktif, namun tetap kokoh dalam bersyukur. Sebab, apalah arti menaklukkan dunia jika kita kehilangan diri kita sendiri dan orang-orang yang kita cintai?


Mari Berdiskusi: Setelah membaca artikel ini, mana yang lebih menjadi fokus Anda di tahun 2026: Mengejar target karier yang baru atau Memperbaiki kualitas ketenangan batin? Tuliskan jawaban atau doa Anda di kolom komentar di bawah ini. Semoga Allah mengabulkan setiap ikhtiar baik kita. Aamiin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *